Bimbingan Test Online Bersama Pak Bin

Ayo menjadi pintar

Archive for Juli, 2011

PR IPA KLAS 7

Posted by pakbin pada Juli 29, 2011

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

soal-soal IPA

Posted by pakbin pada Juli 27, 2011

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar, dengan memberikan
tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d!
1. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran
yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai ….
a. besaran turunan
b. satuan
c. besaran pokok
d. besaran skalar
2. Panjang meja 1 meter. Satuan besaran yang digunakan pada
pernyataan tersebut adalah ….
a. panjang
b. meja
c. meter
d. 1 meter
3. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka
disebut ….
a. satuan
b. besaran
c. pengukuran
d. nilai
4. Pembanding dalam suatu pengukuran disebut ….
a. satuan
b. besaran
c. pengukuran
d. nilai
5. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil
yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut ….
a. satuan baku
b. satuan internasional
c. satuan tidak baku
d. besaran pokok
3 0 Ilmu Pengetahuan Alam – Kelas VII SMP/MTs
6. Besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu disebut
….
a. besaran turunan
b. besaran vektor
c. besaran skalar
d. besaran pokok
7. Besaran yang dapat diukur dan memiliki satuan disebut ….
a. besaran fisika
b. besaran pokok
c. besaran turunan
d. besaran vector
8. Besaran turunan adalah ….
a. besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu
b. besaran yang satuannya diperoleh dari besaran fisika
c. besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok
d. besaran yang tidak dapat diukur
9. Berikut ini yang termasuk besaran pokok, yaitu ….
a. panjang, volume, dan massa
b. massa, kecepatan, dan waktu
c. panjang, massa, dan waktu
d. suhu, panjang, dan berat
10. Berikut merupakan satuan besaran volume, yaitu ….
a. m2
b. ms-1
c. kgms-2
d. m3
11. 1 meter = … cm
a. 10
b. 100
c. 1.000
d. 10.000
12. Massa adalah ….
a. besarnya gaya tarik bumi terhadap benda tersebut
b. kuantitas yang terkandung dalam suatu benda
c. mempunyai nilai sama dengan berat
d. mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 40C
Ilmu Pengetahuan Alam Kelas – VII SMP/MTs 3 1
13. Alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 mm adalah
….
a. mistar
b. jangka sorong
c. rol meter
d. mikrometer sekrup
14. Alat ukur panjang yang digunakan untuk mengukur garis tengah
bagian luar tabung adalah ….
a. mistar
b. jangka sorong
c. rol meter
d. mikrometer sekrup
15. Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah
….
a. jangka sorong
b. neraca
c. mikrometer sekrup
d. neraca pegas
16. Alat ukur waktu yang biasa dipakai adalah ….
a. jam pasir
b. jam atau stopwatch
c. jam matahari
d. jam mainan
17. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu ….
a. barometer
b. termometer
c. alkhohol
d. air raksa
18. Raksa digunakan untuk mengisi termometer, karena ….
a. titik didihnya teratur
b. pemuaiannya teratur
c. titik bekunya tinggi
d. pemuaiannya tidak teratur
3 2 Ilmu Pengetahuan Alam – Kelas VII SMP/MTs
19. Titik tetap bawah termometer Celcius ditetapkan dengan cara
mencelupkan tabungnya ke dalam ….
a. larutan garam
b. es yang sedang melebur
c. campuran es dan garam
d. air yang sedang mendidih
20. Suhu suatu benda 1000C sama dengan ….
a. 2120F
b. 2730F
c. 3000F
d. 3730F
21. Pada termometer Fahrenheit dan Celcius menunjukkan angka yang
sama pada suhu ….
a. 400C
b. – 400C
c. 350C
d. – 350C
22. Pengukuran langsung untuk menentukan kecepatan sepeda motor
yang sedang melaju digunakan ….
a. rol meter untuk mengukur jarak tempuh
b. stopwatch untuk mengukur waktu tempuh
c. spidometer
d. avometer
23. Pengukuran volume suatu benda yang bentuknya teratur digunakan ….
a. gelas ukur
b. gelas berpancuran
c. rumus
d. sebuah gelas ukur dan gelas berpancuran
24. Sebuah balok memiliki panjang 10 cm, lebar 5 cm dan tinggi 0,5 cm.
Volume balok tersebut sebesar ….
a. 250 cm3
b. 25 cm3
c. 20 cm3
d. 2,5 cm3
Ilmu Pengetahuan Alam Kelas – VII SMP/MTs 3 3
25. Pengukuran volume benda yang bentuknya tidak teratur dapat
digunakan ….
a. rumus
b. gelas ukur
c. neraca
d. neraca pegas
B. Isilah titik–titik di bawah ini!
1. Pembanding dalam suatu pengukuran disebut ….
2. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil
yang sama untuk semua orang disebut ….
3. Meter, kilogram, sekon disebut satuan ….
4. Satu meter standar sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya
dalam ruang hampa pada selang waktu ….
5. Satu sekon standar adalah waktu yang diperlukan oleh atom …
untuk bergetar sebanyak ….
6. Jangka sorong memiliki nonius, yaitu skala yang mempunyai
panjang ….
7. Termometer dibuat berdasarkan prinsip ….
8. Titik tetap bawah dan titik tetap atas celcius adalah … dan ….
9. Air raksa digunakan sebagai pengisi termometer, karena ….
10. Ukuran derajaf panas suatu benda disebut ….
11. Alat yang digunakan untuk mengukur derajat panas suatu benda
adalah….
12. Bagian penting yang terdapat pada jangka sorong adalah … dan ….
13. Jenis neraca yang biasa dipakai adalah neraca … dan neraca ….
14. Pengukuran besaran turunan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
secara … dan ….
15. Volume benda yang bentuknya tidak teratur dapat diukur dengan
menggunakan … dan ….
C. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran!
2. Sebutkan yang termasuk besaran pokok! (3 saja)!
3 4 Ilmu Pengetahuan Alam – Kelas VII SMP/MTs
3. Sebutkan yang termasuk besaran turunan! (3 saja)!
4. Sebutkan tiga syarat yang harus dimiliki oleh sebuah satuan!
5. Jelaskan apa yang dimaksud satu kilogram standar!
6. Sebutkan alat ukur panjang!
7. Sebutkan alat ukur massa!
8. Sebutkan alat ukur waktu!
9. Sebutkan macam–macam zat yang digunakan dalam termometer!
10. Sebutkan beberapa termometer berdasarkan penggunaannya!
11. Sebutkan dua macam keuntungan dan kerugian air raksa sebagai
pengisi termometer!
12. Ubah suhu berikut ini ke dalam derajat reamur!
a. 800C
b. 600C
13. Sebutkan dasar pengambilan titik tetap atas 1000C pada termometer
Celcius!
14. Sebuah balok memiliki panjang 20 cm, lebar 5 cm dan lebar 0,5 cm.
Berapa volume balok tersebut?
15. Sebuah benda berbentuk kubus, dengan panjang sisi–sisinya 10 cm.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Besaran dan Satuan

Posted by pakbin pada Juli 6, 2011

A. Pengertian Besaran

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuran-pengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika, agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat.

Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Secara Langsung

Yaitu ketika hasil pembacaan skala pada alat ukur, langsung menyatakan nilai besaran yang diukur, tanpa menggunakan rumus untuk menghitung nilai yang diinginkan.

2. Secara tidak langsung

Yaitu dalam pengukuran memerlukan penghitungan tambahan untuk mendapatkan nilai besaran yang diukur.

Untuk mendaptkan hasil pengukuran yang akurat, faktor yang harus diperhatikan antara lain :

- alat ukur yang dipakai

- aturan angka penting

- posisi mata pengukuran (paralax)

Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi tiga golongan :

1. Keteledoran

Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang terampil menggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala yang kecil.

2. Kesalahan sistmatik

Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif), contoh : kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm dan mikrometer skrup 0,01 mm

3. Kesalahan acak

Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bialangan (kualitatif),

Contoh :

- kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang

- pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana

- pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaan hukum II Newton.

Ketidakpastian pada Pengukuran

Ketika mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0, melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Ketidakpastian ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya batas ketelitian dari masing-masing alat dan kemampuan dalam membawa hasil yang ditunjukkan alat ukur.

Beberapa istilah dalam pengukuran:

· Ketelitian (accuracy)

adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur terhadap nilai benar X0

· Kepekaan

adalah ukuran minimal yang masih dapat dideteksi (dikenal) oleh instrumen, misal galvanometer memiliki kepekaan yang lebih besar daripada Amperemeter / Voltmeter

· Ketepatan (precision)

adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama.

· Presisi

berkaitan dengan perlakuan dalam proses pengukuran, penyimpangan hasil ukuran dan jumlah angka desimal yang dicantumkan dalam hasil pengukuran.

· Akurasi

yaitu seberapa dekat hasil suatu pengukuran dengan nilai yang sesungguhnya.

Ketelitian alat ukur panjang

1. Mistar : 1 mm

Mistar berskala terkecil memiliki memiliki ketelitian sampai 0,5 mm atau 0,05 cm. Ketelitian alat untuk satu kali adalah setengah skala terkecil.

clip_image002

Panjang benda melebihi 8,7 cm

Panjang kelebihan ditaksir 0,05 cm

Hasil pengukuran panjang 8,75 cm

Batas ketelitian ½ x 1 mm = 0,5 mm

2. Jangka Sorong : 0,1 mm

Jangka sorong memiliki ketelitian sampai 0,1 mm atau 0,1 cm. Jangka sorong terdiri dari rahang tetap yang berskala cm dan mm, dan rahang sorong (geser) yang dilengkapi dengan skala nonius yang panjangnya 9 mm dan dibagi dalam 10 m skala. Panjang 1 skala nonius adalah 0,9 mm.

Benda skala antara rahang utamadengan rahang sorong adalah 0,1mm sehingga ketidakpastian dari jangka sorong adalah ½ x 0,1 mm = 0,005 mm

clip_image004

Contoh:

clip_image006Sebuah benda diukur dengan jangka sorong dengan kedudukan skala seperti pada gambar, maka panjang benda:

Skala Utama = 26 mm

Skala nonius 0,5 mm

Batas ketelitiannya ½ skala terkecil = ½ x 0,1 mm = 0,05 mm

3. Mikrometer sekrup 0,01 mm

clip_image008

Mikrometer skrup memiliki ketelitian sampai 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer skrup juga memiliki dua skala , yaitu skala utama yang berskala mm (0,5 mm) dan skala nonius yang terdapat pada selubung luar. Skala nonius memiliki 50 bagian skala yang sama. Bila diselubung luar berputar berputar satu kali, maka poros berulir (rahang geser) akan maju atau mundur 0,5 mm. Bila selubung luar berputar satu bagian skala, maka poros berulir akan maju atau mundur sejauh 0,02 x 0,5 mm = 0,01 mm, sehingga kepastian untuk mikrometer sekrup adalah ½ x 0,01 mm = 0,005 mm untuk pengukuran tungga. Pelaporan hasil pengukuran adalah (X ± DX).

Cara meningkatkan ketelitian antara lain:

1. Waktu membaca alat ukur posisi mata harus benar

2. Alat yang dipakai mempunyai ketelitian tinggi

3. Melakukan pengukuran berkali-kali

Pengukuran dengan jangka sorong

clip_image011
clip_image012

Cara menentukan / mebaca jangka sorong:

1. Angka pada skala utama yang berdekatan dengan angka 0 pada nonius adalah 2,1 cm dan 2,2 cm.
2. Garis nonius yang tepat berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke-5, jadi x = 2,1 cm + 5 x 0,01 cm = 2,15 cm (dua desimal)

Karena ketidakpastian clip_image014 jangka sorong = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm (tiga desimal), maka hasilpengukuran jangka sorong :

clip_image016

clip_image017Cara menentukan / membaca Mikrometer Sekrup

clip_image018

1. Garis skala utama yang berdekatan dengan tepi selubung luar 4,5 mm lebih.
2. Garis mendatar pada selubung luar yang berhimpit dengan garis skala utama.

X = 4,5 mm + 47 x 0,01 mm = 4,97 mm (dua desimal)

Ketidakpastian clip_image014[1] mikrometer sekrup ½ x 0,01 mm = 0,005 mm

Jadi hasil pengukurannya clip_image020

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

UAS IPA KLAS 7

Posted by pakbin pada Juli 3, 2011


Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.